Bapak dan Anak Meninggal Karena Tertidur Saat Banjir Besar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Malang benar nasib bapak dan anak ini. Keluarga samasekali tak menyangka bahwa mereka berdua akan meninggal dunia dalam musibah banjir bandang tahun ini dalam keadaan tertidur. Mereka adalah Yan Kritian Bambareni (50 tahun) dan putranya, Reski Anugrah, yang berusia 10 tahun. Mereka tak menduga banjir bandang datang dan memporak-porandakan rumahnya.

Bapak dan anak ini berasal dari Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka menjadi korban tewas dalam musibah banjir besar yang menerjang desa Bolapapu Kulawi di Kabupaten Sigi pada hari Kamis (12/12/19) malam.

Banjir2

Dilansir dari Tribunnews, kabar bencana ini pertama kali terdengar melalui tweet akun @infopalu pada hari Jumat (13/12). Akun tersebut membagikan beberapa gambar musibah banjir di sana. Dalam gambar-gambar tersebut terlihat beberapa bangunan dan mobil rusak dan jalanan dipenuhi air bah bercampur lumpur. Beberapa warga turun ke jalan untuk melihat bagaimana banjir besar kali ini merusak rumah-rumah mereka.

Akun @infopalu juga menulis kabar duka tentang meninggalnya dua orang warga, seorang bapak beserta anaknya yang sedang tertidur pulas kala banjir besar menghantam rumah mereka. Mereka berdua tak sempat menyelamatkan diri dan meninggal dunia di tempat. Kabar ini dikonfirmasi oleh Kepala SAR Palu, Basrano, sebagaimana dikutip Kompas.com.

Petugas menemukan mereka berdua terperangkap dalam rumah. Yan Kritian Bambareni adalah seorang rohaniawan yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar.

Banjir

Saat ini segenap tim SAR Palu melakukan penyisiran lokasi banjir. Di musim penghujan, lokasi ini memang rawan diserbu banjir. Selama proses ini berlangsung, beberapa warga yang rumahnya rusak akibat banjir sementara ini diungsikan ke gedung seperti gedung sekolah sampai situasi aman.

​​​​Banjir bandang yang menerjang desa Bolapapu ini tidak disebabkan luapan air sungai sebagaimana banjir di kota-kota besar, melainkan datang dari gunung yang berlokasi di atas permukiman penduduk setelah hujan deras mengguyur kawasan Kulawi dalam beberapa hari terakhir ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Bartolomeus Tandigala, di Palu mengungkapkan bahwa sebelumnya pada tanggal 8 Desember 2019 banjir lumpur juga sempat menerjang Desa Poi di Kecamatan Dolo Selatan, tetapi tidak ada korban jiwa selain kerugian materi yang belum diketahui nilainya.

Bupati Sigi, Irwan Lapata, menghimbau seluruh warga yang bertempat tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada saat intensitas curah hujan meningkat seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir di beberapa wilayah Sigi.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by