Kematian Indah Seorang Guru yang Berjihad Memerangi Kebodohan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Kematian adalah rahasia Ilahi yang bisa menjemput semua makhluk-Nya kapan saja tanpa diduga. Kebanyakan dari kita amat takut pada kematian, sedangkan bagi mereka yang bertakwa kematian adalah sesuatu yang sangat dirindukan yang akan mempertemukannya dengan Sang Khalik. Tujuan manusia adalah hidup dengan baik sesuai aturan Allah dan mengakhirinya dengan cara yang juga diridhai Allah, karena itulah kita mengenal ada dua cara kematian, yaitu mati khusnul khotimah dan mati su’ul khotimah.

Diriwayatkan Muslim, Rasululah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang mengharap atau memohon mati syahid di jalan Allah dengan tulus maka Allah akan menyampaikan-Nya ke derajat para syuhada, sekalipun ia mati di atas tempat tidurnya.”

Kapan dan di mana kita mati bukanlah perkara penting, sebab yang terpenting adalah bagaimana cara kita mati. Apakah kita mati secara terhormat atau mati secara hina, semua itulah yang harus kita pikirkan. Kita bisa mati dalam keadaan berzinah, bisa pula mati dalam keadaan beribadah. Dan kisah berikut ini akan menginspirasi kita semua.

Alkisah ada seorang perempuan muda dari kota Makassar bernama Jamilah Sampara. Wanita yang dikenal punya kepribadian periang dan murah senyum ini menempuh pendidikan S1 di kota kelahirannya dan bertekad untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan. Cita-cita mulia Jamilah itu siap dia emban apapun resikonya. Perjuangan seberat apapun siap dia jalani termasuk ketika harus berpisah dengan keluarganya di Makassar.

Meski berat hati, orangtua Jamilah pun mengikhlaskan putrinya untuk merantau demi mewujudkan cita-citanya tersebut. Dengan memohon ridha Ilahi dan restu kedua orangtua, Jamilah beranjak ke tempat yang jauh untuk menjadi seorang guru. Tujuannya adalah jihad melawan kebodohan dengan jalan pendidikan. Dia kemudian menjadi Relawan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa di Pandeglang.

Allah berfirman, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS at-Taubah: 41).

Menjadi seorang guru di pelosok Pandeglang bukanlah hal yang mudah. Tak semua orang bisa melakoninya. Tapi Jamilah menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Di SDN 02 Banyu Asih, Jamilah mengajar murid-muridnya dengan senang hati. Bukan cuma mengajar di sekolah, Jamilah juga intens berkomunikasi dengan warga sekitar, orangtua murid, dan para pemuda di organisasi kepemudaan dan forum-forum pengajian untuk memajukan daerah itu. Jamilah juga berbagi ilmu dengan para guru lintas sekolah dan lintas kecamatan sebulan sekali.

Kebersahajaan Jamilah di lingkungan sana mengundang simpati banyak orang. Tak ada keluh kesah yang pernah dilontarkannya, semua dia jalani dengan ikhlas tanpa memikirkan imbalan. Di saat banyak orang berlomba mengejar kekayaan melalui profesi guru, Jamilah justru mengedepankan niatnya untuk memberantas kebodohan. Semua ini menjadi amalan baik Jamilah yang dicatat oleh Allah SWT.

Dan Allah SWT pun berkehendak lain. Pada momen perpisahan yang mengharukan dengan para murid, rekan guru, dan wali murid, Jamilah tiba-tiba menghembuskan nafas terakhirnya, tepatnya pada tanggal 20 November 2014. Beliau kembali ke pangkuan Allah dalam keadaan khusnul khotimah ketika mengemban tugas suci mencerdaskan anak bangsa. Tangis dan airmata dari berbagai kalangan pun tumpah. Sebuah puisi karya Agung Pardini untuk mengenang Jamilah pun dibacakan di Jakarta Design Center pada peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2014.

Tugas Jamilah Sampara kini sudah usai, kini beliau sudah tenang dan bahagia di sisi Allah. Semoga kita semua bisa meninggal dunia dalam keadaan yang indah seperti itu. Aamin.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by