Kisah ‘Kematian’ yang Tertukar yang Bikin Warga Geger

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Kisah kematian berikut ini sungguh unik dan bikin geleng-geleng kepala. Beberapa waktu lalu, seorang warga Tuban bernama Sunarto yang berusia 40 tahun dikabarkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Jenazah Sunarto bahkan sudah dikebumikan. Kabarnya, Sunarto mengalami kecelakaan tunggal di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada hari Senin (7/10). Dia tewas di tempat kejadian perkara saat itu juga.

Mendengar kabar itu, keluarga Sunarto kontan berduka dan mereka pun bergegas menuju Puskesmas Kecamatan Brondong, Lamongan, untuk menjemput jenazah Sunarto. Sesampainya di Puskesmas pada siang hari, keluarga langsung membawa jenazah almarhum dan dimakamkan di desa setempat. Hal ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Abdul Qoyum, modin Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Tuban.

Namun hal aneh kemudian terjadi. Beberapa jam setelah jenazah Sunarto dikebumikan, sosok Sunarto yang asli pulang ke rumahnya dalam keadaan sehat bugar, seolah tidak pernah mengalami kecelakaan naas. Sontak saja kehadiran Sunarto ini membuat semua orang terkejut setengah mati. Bagaimana mungkin pria yang sudah mereka makamkan beberapa jam lalu kembali ke rumah dalam keadaan sehat wal afiat? Jika benar Sunarto masih hidup, lantas siapa yang mereka kebumikan tadi? Kebingungan pun melanda semua orang yang ada di sana.

Sunarto sendiri bingung melihat reaksi keluarga dan warga. Dia lalu menuturkan bahwa jenazah yang tadi dikebumikan sebenarnya adalah Wartim, temannya yang merupakan warga Dusun Djarum, Desa Perunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban. Wartimlah sosok yang tewas dalam musibah kecelakaan itu dan dia mengendarai sepeda motor Sunarto.

Sunarto kemudian menceritakan bahwa memang benar itu adalah sepeda motor miliknya yang dibawa Wartim sebagai jaminan hutangnya. Wartim pun membawa kendaraan tersebut beserta STNK dan KTP-nya. Dan ketika kecelakaan naas itu terjadi, wajah Wartim sulit dikenali sehingga anggota Satlantas di TKP pun memeriksa identitas korban, yang menunjuk pada Sunarto.

Kesalahan hasil olah TKP itu membuat Sunarto secara keliru diidentifikasi sebagai korban dan petugas pun lantas menghubungi pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri sulit mengidentifikasi jenazah dan mengiranya sebagai Sunarto.

Sunarto sebenarnya sedang bekerja di luar kota, namun dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya setelah mendengar kabar bahwa salah seorang kerabatnya meninggal dunia. Keluarga Sunarto pun merasa lega karena dia masih hidup, sedangkan keluarga Wartim mengatakan bahwa mereka sudah ikhlas dengan kepergiannya. Wartim tetap dimakamkan TPU Desa Gesikah.

Peristiwa ini mengingatkan kita untuk selalu cermat dalam mengidentifikasi korban kecelakaan. Jangan sampai kita shock sampai pingsan mendengar salah seorang keluarga kita tewas, padahal sebenarnya korban salah diidentifikasi. Dan semoga arwah almarhum Wartim diterima di sisi-Nya.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by