Masjid Jawa di Thailand, Bagaimana Ceritanya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Biasanya wisatawan pergi ke Thailand untuk mengujungi pantai-pantai indahnya, kuil-kuil kunonya, atau sekedar menikmati keindahan kota megapolitannya seperti Bangkok. Namun siapa sangka di Negeri Gajah Putih ini berdiri sebuah bangunan cukup megah berupa masjid yang uniknya disebut sebagai masjid Jawa. Bagaimana bisa ada masjid Jawa di Thailand?

Dilansir dari website resmi NU, masjid Jawa (Mosque Java) terletak di Jl. Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok. Distrik Sathorn, Bangkok, ibukota Thailand. Sesuai namanya, masjid ini sangat berbau Jawa dan bentuknya pun mirip dengan masjid-masjid di Jawa pada umumnya, terutama Masjid Demak yang terkenal. Atap, tiang, ornamen, mimbar, dan teralis jendelanya kental nuansa Jawanya. Jika berkunjung ke masjid ini, Anda pasti serasa sedang mengunjungi masjid biasa di tanah Jawa. Bahkan tempat wudhunya pun memiliki ciri khas tersendiri.

Masjid Jawa ini terbagi menjadi dua bangunan utama, yakni bangunan utama dan rumah panggung yang berisi deretan meja dan kursi. Masjid ini berwarna hijau muda dan atapnya berbentuk limasan berundak tiga. Di bagian depan masjid ada area pemakaman Islam, sedangkan di kanan dan kirinya ada stand-stand makanan halal yang bisa dinikmati pengunjung.

Masjid Jawa

Komunitas muslim Jawa di area masjid itu masih banyak, ada sekitar 300-an orang. Warga keturunan Jawa di sana adalah generasi ketiga dan sudah berkebangsaan Thailand. Mereka fasih berbahasa Thailand dan sudah kesulitan berbahasa Jawa ataupun bahasa Indonesia.

Menurut penelusuran, masjid Jawa dibangun 108 tahun yang lalu oleh H. Muhammad Saleh, mertua dari KH Ahmad Dahlan, sang pendiri Muhammadiyah. Awalnya, masjid ini didirikan sebagai sarana ibadah bagi umat Muslim yang ada di Thailand. Kini di Distrik Sathorn sekitar 80% penduduknya menganut agama Islam.

Masjid ini terletak di antara hostel-hostel pelancong dan jalanan utamanya cukup sempit, hanya bisa dilalui satu mobil. Masjid ini menjadi magnet sekaligus pusat aktivitas umat Islam yang ada di wilayah itu. Rata-rata mereka memiliki nenek moyang orang Jawa.

Tak hanya sebagai tempat ibadah dan sholat, masjid Jawa juga dimanfaatkan untuk kegiatan mengajar pendidikan agama Islam pada anak-anak sekolah. Setiap usai shalat Maghrib, ada kelas mengaji yang dilakukan di samping bangunan utama masjid. Ada pula kegiatan pengajian di hari Minggu selepas sholat Dzuhur. Dan layaknya masjid-masjid pada umumnya, pada bulan Ramadhan masjid ini akan membagikan makanan berbuka puasa gratis.

Masjid ini juga bergerak di bidang sosial, seperti menyediakan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan. Jenazah Muslim yang kurang mampu bisa dijemput, dimandikan, dan disholatkan di masjid ini. Kemudian jenazah bisa dimakamkan di area pemakaman di seberang masjid. Semuanya tanpa dipungut biaya.

Keberadaan masjid ini bisa mempererat hubungan antara umat Muslim dan umat Buddha yang menjadi mayoritas di Thailand. Kerukukan beragama ini seyogyanya dijaga agar kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by