Masjid Tiban, Masjid Indah di Malang yang Dibangun Tanpa Arsitek

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Salah satu daya tarik daerah Turen, Malang, adalah Masjid Tiban, sebuah masjid yang memiliki bangunan megah dan sangat indah. Selain menjadi tempat ibadah, masjid sepuluh lantai ini juga menjadi tempat wisata religi. Menurut banyak cerita, masjid ini memiliki keanehan magis tersendiri yang menambah daya tariknya.

Dilansir dari Kumparan.com, Masjid Tiban terletak di jalan KH. Wachid Hasyim, Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang. Tempat ini dulunya adalah sebuah pondok pesantren bernama Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah. Dalam bahasa Jawa, “tiban” berarti jatuh tiba-tiba; beberapa kalangan percaya bahwa masjid ini tiba-tiba muncul begitu saja dan dibangun oleh jin.

Setiap hari banyak orang dari luar Turen mendatanginya untuk melihat dan mengagumi kemegahan Masjid Tiban. Masjid ini sebenarnya tidak dibangun dalam waktu singkat, sebaliknya, pembangunan Masjid Tiban sudah berlangsung sejak tahun 1978. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pendiri pondok pesantren tersebut, Iphoeng HD Purwanto.

“Kalau rintisannya tahun 1963, tapi mulai membangun itu mulai tahun 1978 karena juga sudah ada santri yang mulai menetap,” ungkap Iphoeng pada media.

Iphoeng sekaligus meluruskan bahwa Masjid Tiban tidak dibangun secepat kilat oleh jin, melainkan oleh manusia biasa.

Gambar Masjid Tiban

Memasuki Masjid Tiban, mata Anda akan dimanjakan dengan keindahan dan kemegahan arsitekturnya yang memadukan berbagai gaya dan didominasi warna biru putih. Ukuran ruangannya masif, terdapat banyak lorong dan sudut yang sekilas tampak tidak beraturan, namun justru menambah estetikanya.

Yang menarik lagi, Masjid Tiban dibangun tanpa arsitek yang mendesain dan merencanakan proses konstruksi. Mereka meminta petunjuk dari Allah melalui mata batin sang pendiri, Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau dikenal sebagai Romo Kyai Ahmad. Hal tersebut dibenarkan oleh Iphoeng.

“Betul, jadi bangunan ini berdasarkan istikhoroh, jadi istikhoroh ini merupakan olah rasa dalam hati yang berdasarkan pada Alquran dan Al-Sunnah,” ujarnya.

Segala sesuatu tentang bangunan ini dirancang berdasarkan petunjuk ilahiah, mulai dari ukuran ruangan, ornamen, dan warna. Tak seorang pun yang tahu bagaimana bentuk bangunan ini nantinya karena setiap tahap pembangunan dilakukan berdasarkan petunjuk.

Iphoeng menambahkan, sepeninggal Romo Kyai Ahmad yang berpulang ke Rahmatullah pada tahun 2010, pembangunan Masjid Tiban dilanjutkan melalui petunjuk istikhoroh istri Kyai Ahmad, yakni Nyai Hj. Luluk Rifqah binti H. Romli.

Kisah bahwa Masjid Tiban dibangun oleh jin dalam semalam pun menyebar cepat dan mengundang banyak wisatawan untuk mendatanginya. Pihak pengelola masjid sendiri pun samasekali tak berniat menjadikan ini sebagai tempat wisata, namun mereka mempersilahkan siapapun yang ingin beribadah atau berwisata ke masjid megah ini. Apalagi, fasilitas masjid Tiban cukup lengkap, meliputi lahan parkir yang luas, toilet yang banyak, kantin, hingga pusat perbelanjaan atau oleh-oleh yang ada di dalam bangunan maupun di sekitar bangunan masjid.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by