Misteri Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Warga kota Samarinda dibuat gempar dengan penemuan sesosok balita tanpa kepala di parit pada hari Jumat (22/11/19). Balita tersebut bernama M. Yusuf Ghazali (4 tahun), yang mayatnya ditemukan pada pukul 08.15 Wita, Minggu (8/12), di parit Jl Pangeran Antasari Gang 3. Ghazali adalah murid sekolah PAUD yang berlokasi 4,5 km dari parit tersebut.

Dilansir dari Detik.com, Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman menjelaskan kepada wartawan bahwa balita ini tercebur ke parit diduga karena kelalaian pengasuhnya. Sang pengasuh pergi ke toilet selama 5 menit dan Ghazali telah menghilang. Pengasuh dan beberapa orang di sekitarnya pun bergegas mencari bocah itu, namun tidak ketemu.

Setelah dua minggu menghilang tanpa kabar, akhirnya mayat Ghazali ditemukan dalam kondisi yang memilukan. Balita malang itu ditemukan tanpa kepala, membuat banyak pihak bertanya-tanya apa yang telah menimpa anak ini.

Polisi pun bergerak cepat dan melakukan pemeriksaan forensik. Akhirnya diketahui bahwa ada kulit reptil ditemukan pada tubuh Ghazali. Ada kemungkinan bahwa organ-organ lainnya juga menjadi sasaran berbagai jenis reptil liar seperti biawak, ular, dan lainnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk menguak motif lain yang mungkin ada. Arif sendiri mengonfirmasi bahwa bayi balita ini ditemukan tidak dalam kondisi utuh dan ada kulit reptil di dalam tubuhnya.

Bocah tewas

Selain dimakan reptil, ada dugaan lain tubuh Ghazali rusak karena terbentur tembok dan kayu saat hanyut di parit. Jasad balita ini sudah ada di parit selama 16 hari lamanya, jadi tubuhnya sudah sangat lembek.

Kejadiaan naas ini membuat orangtua Ghazali tidak terima dan berencana menggugat PAUD ke ranah pidana karena dianggap lalai sehingga menyebabkan kematian anak asuhnya. Bambang, ayah Ghazali, mengungkapkan hal tersebut pada wartawan yang mewawancarainya di kediamannya di Gunung Lingai, Samarinda Utara. Pihak keluarga tidak percaya pengasuh di PAUD lalai hanya selama 5 menit hingga Ghazali menghilang.

Lebih jauh Bambang bercerita bahwa dia menitipkan putranya ke PAUD tersebut untuk mendidiknya sekaligus menitipkannya karena dia dan istrinya sama-sama bekerja. Menurut Bambang, putranya itu memiliki masalah kesulitan berbicara, oleh karena itulah dia berharap Ghazali bisa belajar berkomunikasi dengan teman-teman dan guru-gurunya di sekolah usia dini itu.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan balita tanpa kepala di parit yang lokasinya 4,5 km dari PAUD tempat penitipan. Polisi masih menyelidiki adanya dugaan kelalaian.

“Kita proses sesuai dengan prosedur, sehingga terlihat ada tidaknya kelalaian kita lihat dari penyelidikan,” ujar AKP Damus saat dihubungi wartawan pada hari Senin (9/12/2019).

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by