Pria yang Mati Hidup Lagi di Sampang Cuma Hoax, Apa Motifnya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Kisah seseorang yang sudah meninggal dunia lalu hidup lagi sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Kita pernah mendengar beberapa kasus mati suri semacam itu. Sebagian dari kasus tersebut murni karena human error alias lalai dalam memastikan kematian seseorang, sebagian lagi tentu saja karena kuasa Ilahi yang bisa menghidupkan kembali siapapun yang Dia kehendaki.

Tapi kasus mati suri di Sampang ini berbeda dan sempat viral. Dilansir dari Kompas.com, Robi Anjal (38), warga asal Pontianak, Kalimantan Barat, dinyatakan sudah meninggal dunia, namun dia ternyata bisa hidup lagi. Kabar ini membuat KH. Fauroq Alawi, ulama kharismatik asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, curiga berat.

Saat ditemui wartawan pada hari Senin (29/7/19), KH. Fauroq menjelaskan bahwa Robi tidak memiliki asal-usul keluarga yang jelas dan tidak berkaitan dengan keluarga dirinya. Menurutnya, sebelum meninggal dunia Robi berwasiat untuk dikuburkan di dekat makam ayah KH. Fauroq, alm. KH. Moh Alawi, yang merupakan ulama yang disegani di Sampang. Kejanggalan pun tercium, pasalnya makam ayah KH. Moh Alawi bukanlah pemakaman umum, sementara Robi bukan salah satu bagian dari keluarga mereka.

Kecurigaan semakin menguat setelah datang mobil ambulans di halaman rumah KH. Fauroq. Sopir ambulans dan anak istri Robi tidak bisa menunjukkan dokumen yang membuktikan bahwa Robi telah tutup usia. Padahal biasanya petugas ambulans selalu membawa data atau surat-surat dari rumah sakit untuk menjelaskan soal kematian seseorang.

KH. Fauroq semakin curiga karena jenazah Robi tidak beraroma busuk, padahal mayat yang sudah dua hari tidak dikubur seharusnya berbau tidak sedap. Bahkan salah seorang santri KH. Fauroq menyentuh tubuh Robi dan merasakan tubuh pria itu masih hangat, tidak dingin sebagaimana orang mati pada umumnya.

Dan kedok Robi akhirnya terbongkar ketika warga datang untuk melihat mayatnya dan menggelitik kakinya. Sontak Robi berbalik dari ranjang ambulans dan jatuh ke tanah. Setelah kedoknya terbongkar, Robi pun diinterogasi dan mengaku bahwa ini semua memang hanya akal-akalannya saja. Dia hanya mencari sensasi agar dia dianggap sebagai orang yang memiliki karomah dengan memanfaatkan nama besar KH. Moh. Alawi.

Pengakuan ini dikuatkan dengan kelakuan Robi yang beberapa waktu lalu sempat beberapa kali sowan pada KH. Fauroq dan membicarakan hal-hal aneh, seperti mengaku wali dan memiliki karomah. KH. Fauroq pun tidak bisa mempercayainya begitu saja.

Dan sepak terjang Robi tidak berakhir sampai situ saja. Polisi akhirnya mengamankannya. KH. Fauroq tidak ingin aksi pura-pura mati semacam ini menjadi modus penipuan baru. Dia memasrahkan hukuman Robi pada polisi dan ingin agar Robi segera bertobat serta tidak mengulangi perbuatannya yang memalukan ini.

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by