Serangan Jantung Ashraf Sinclair dan Olahraga CrossFit yang Ditekuninya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Jakarta –

Ashraf Sinclair dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung di usia 40 tahun. Kabar ini membuat banyak orang terkejut karena suami dari artis Bunga Citra Lestari (BCL) ini dikenal rutin berolahraga, terutama CrossFit.

CrossFit dijelaskan dalam situs resmi Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) sebagai program latihan yang menggabungkan dua unsur sistem aerobik dan anaerobik. Penekanannya adalah perpaduan antara latihan interval intensitas tinggi (HIIT), angkat beban, gymnastic, dan disiplin lainnya.

Beberapa ahli menyebut orang-orang yang mengalami serangan jantung saat berolahraga kemungkinan sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung sebelumnya namun tidak pernah diketahui. Hal ini diperparah apabila olahraga yang dilakukan termasuk berat atau berintensitas tinggi.

“Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan sebenarnya (untuk yang punya risiko). Pasien saya yang serangan jantung akut sangat banyak karena setelah melakukan aktivitas seperti ini,” kata ahli jantung dan pembuluh darah dr Dede Moeswir, SpPD, KKV, dari OMNI Hospitals Pulomas pada detikcom.

“Olahraga yang memacu jantung ini biasanya menyebabkan hormon-hormon yang tidak baik itu dilepaskan dalam keadaan berlebihan oleh tubuh. Misalnya adrenalin, katekolamin, seperti itu. Untuk orang-orang yang sudah punya faktor risiko penyakit jantung ya terpicu kena serangan,” lanjutnya.

Baca juga: Ikut CrossFit Seperti Ashraf Sinclair, Aman Nggak Sih? Ini Kata Dokter

Faktor risiko penyakit jantung di antaranya hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, usia, hingga keturunan.

Untuk menghindari hal tersebut, disarankan agar berkonsultasi dan lakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga berat seperti CrossFit. Tujuannya untuk mengetahui batasan fisik seseorang.

Sementara itu dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menyarankan agar orang-orang waspada terhadap denyut jantung yang tidak beraturan saat olahraga. Menurutnya, itu merupakan salah satu pertanda ada kelainan pada jantung yang perlu diperiksa.

“Kalau sedang olahraga, jantung pasti berdetak lebih kencang. Jadi nggak bisa jadi patokan. Kecuali jantung berdebar tidak beraturan,” jelasnya.

Tanda-tada lain yang juga perlu diwaspadai adalah:

1. Terasa mau pingsan
2. Sakit dada
3. Keringat dingin

“Harus check up dulu, jangan diteruskan. Itu merupakan salah satu tanda bahwa jantung nggak beres,” pesan dr Vito.

sumber : detikcom

Masjid Anda sudah di lengkapi gorden atau hijab pembatas jamaah laki perempuan? Atau mau ganti gorden? Bikin aja di Solusiruma.com .”Ada Harga, Ada Rupa”. Solusiruma.com pilihan tepat!

Salam,
Saya Abella,
Siap membantu Anda diskusi/order keranda
Powered by